Istilah underground dalam konteks keamanan digital merujuk pada ekosistem tersembunyi tempat pelaku kejahatan siber saling bertukar informasi, data, akses, perangkat lunak, dan layanan ilegal. Tidak semua ruang tersembunyi di internet berisi aktivitas kriminal, tetapi sebagian forum dan marketplace memang digunakan untuk mendukung cybercrime.
Perkembangan teknologi membuat ekosistem tersebut semakin terstruktur. Pelaku tidak harus memiliki semua kemampuan sendiri. Mereka dapat bergantung pada pihak lain untuk memperoleh akses, data, malware, infrastruktur, atau jasa pendukung. Model tersebut membuat cybercrime lebih mirip rantai pasok daripada aksi seorang hacker yang bekerja sendirian.
Microsoft — Digital Defense Report 2025Pelaku, server, akun, dan layanan dapat tersebar di banyak wilayah.
Akses, data, malware, dan jasa pendukung dapat ditangani pihak yang berbeda.
Ketika satu infrastruktur ditutup, jaringan dapat mencoba berpindah ke bagian lain.
Tidak Ada Satu Pusat Komando
Salah satu alasan utama mengapa underground sulit dihentikan adalah sifatnya yang terpecah. Sebuah kelompok bisa mengoperasikan layanan tertentu, sementara kelompok lain menangani promosi, akses awal, pencurian data, atau pencairan keuntungan.
Model seperti ini membuat penegakan hukum tidak cukup hanya mencari satu orang yang dianggap sebagai “pemilik” seluruh jaringan. Penyelidik perlu memahami hubungan antara beberapa aktor dan infrastruktur yang mereka gunakan.
Microsoft menyebut ekonomi cybercrime sebagai ekosistem yang semakin terspesialisasi, terdiri dari access broker, operator ransomware, kelompok pemerasan data, dan penyedia layanan lainnya.
Microsoft — Cybercrime EconomyCybercrime-as-a-Service
Cybercrime-as-a-Service (CaaS) adalah model ketika perangkat, kemampuan, atau layanan untuk mendukung kejahatan siber disediakan oleh pihak lain. Konsep ini menyerupai layanan digital legal karena pekerjaan dibagi menjadi beberapa bagian.
Contohnya dapat berupa layanan ransomware, phishing, malware, botnet, atau penyediaan akses. Dampaknya, seseorang tidak perlu memiliki seluruh keahlian teknis untuk terlibat dalam sebuah operasi kriminal.
Microsoft menjelaskan bahwa model CaaS menggunakan layanan yang modular dan dapat membantu pelaku meningkatkan skala serta efisiensi operasi. Struktur tersebut menjadi salah satu alasan cybercrime dapat berkembang dengan cepat.
Microsoft — Cybercrime-as-a-ServicePasar Underground Bekerja seperti Ekosistem
Dunia underground dapat memiliki forum diskusi, sistem reputasi, marketplace, dan layanan pendukung. Tujuannya bukan membuat sebuah perusahaan resmi, tetapi membangun kepercayaan yang cukup agar orang mau bekerja sama di lingkungan yang pada dasarnya ilegal.
Pada Januari 2025, Europol mengumumkan penutupan Cracked dan Nulled, dua forum cybercrime terbesar. Kedua platform tersebut memiliki lebih dari 10 juta pengguna secara gabungan dan digunakan untuk memperdagangkan data curian, malware, hacking tools, dan layanan cybercrime-as-a-service.
Europol — Takedown of Cracked and NulledAlur Sederhana Dunia Underground
Data, akses, malware, atau layanan muncul dalam ekosistem kriminal.
Pihak berbeda menyediakan akses, infrastruktur, atau kemampuan tertentu.
Komoditas dimanfaatkan dalam operasi kriminal berikutnya.
Jaringan berpindah atau berubah ketika satu bagian mendapatkan tindakan.
Access Broker: Pintu Masuk ke Jaringan
Access broker adalah pihak yang menyediakan akses awal ke organisasi, jaringan, atau akun yang sudah dikompromikan. Mereka menjadi salah satu penghubung penting karena kelompok lain dapat menggunakan akses tersebut untuk menjalankan aktivitas lanjutan.
Microsoft menyebut access broker sebagai “hidden gatekeepers” dalam ekonomi cybercrime. Mereka dapat menyediakan akses bersama informasi mengenai lingkungan target sehingga pelaku berikutnya tidak harus memulai proses dari tahap awal.
Microsoft — Access BrokersModel tersebut memperlihatkan bagaimana satu kejahatan dapat memiliki rantai pasok. Pelaku yang mencuri akses belum tentu sama dengan pelaku yang menggunakan akses tersebut. Pembagian seperti ini membuat hubungan antaraktor menjadi lebih sulit dipetakan.
Data Curian Menjadi Barang Bernilai
Salah satu komoditas utama adalah data. Infostealer merupakan malware yang dirancang untuk mengambil informasi sensitif dari perangkat korban, seperti kredensial, cookies, dan data tertentu dari aplikasi.
INTERPOL pada 2025 melaporkan operasi terhadap ekosistem infostealer yang menghasilkan penindakan terhadap lebih dari 20.000 IP dan domain berbahaya. Operasi tersebut menunjukkan bagaimana data hasil infeksi dapat menjadi pintu masuk bagi pencurian data, pengambilalihan akun, dan serangan lanjutan.
INTERPOL — Operation Secure 2025Infrastruktur Bisa Berpindah
Cybercrime membutuhkan infrastruktur seperti server, domain, akun, dan jaringan. Infrastruktur tersebut dapat berubah ketika sebuah layanan diblokir atau disita. Inilah salah satu alasan mengapa penindakan perlu diarahkan pada jaringan, bukan hanya satu alamat internet.
Dalam investigasi keamanan, webshell merupakan skrip yang dapat memberi kemampuan kendali tertentu terhadap server melalui antarmuka web. Botnet merupakan jaringan perangkat yang telah terinfeksi dan dapat dikendalikan secara terkoordinasi.
DDoS atau Distributed Denial of Service adalah serangan yang berusaha mengganggu ketersediaan layanan menggunakan trafik dalam jumlah besar. Semua teknologi tersebut mempunyai konteks penggunaan yang berbeda, tetapi dapat muncul dalam investigasi terhadap infrastruktur kriminal.
Europol — Operation ENDGAMELintas Negara Membuat Penindakan Lebih Rumit
Internet memungkinkan pelaku mengoperasikan bagian jaringan dari lokasi yang berbeda. Server dapat berada di satu negara, administrator di negara lain, dan korban tersebar di berbagai wilayah.
Hal ini menciptakan tantangan hukum dan teknis. Penyidik harus bekerja dengan yurisdiksi berbeda, meminta data dari penyedia layanan, mengamankan bukti digital, serta memastikan hubungan antaraktor dapat dibuktikan.
Operation ENDGAME merupakan contoh pendekatan lintas negara. Europol dan Eurojust mendukung operasi yang melibatkan banyak negara untuk mengganggu infrastruktur yang digunakan sebagai pendukung ransomware dan malware.
Europol — Operation ENDGAMEMengapa Jaringan Bisa Muncul Kembali?
Ekosistem underground memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Ketika sebuah forum ditutup, anggota dapat mencari tempat lain. Ketika infrastruktur dijatuhkan, pelaku dapat mencoba membangun kembali layanan menggunakan sumber daya berbeda.
Operation ENDGAME menunjukkan bahwa penindakan terhadap infrastruktur tetap efektif untuk mengganggu rantai kejahatan. Pada November 2025, operasi tersebut berhasil menurunkan 1.025 server yang berkaitan dengan beberapa malware dan botnet utama.
Europol — 1,025 Servers Taken DownArtinya, penindakan tetap dapat memberikan dampak besar. Namun, hasilnya akan lebih kuat ketika penegak hukum tidak hanya mengejar infrastruktur, tetapi juga mengikuti hubungan antaraktor, aliran dana, dan komoditas yang membuat jaringan tersebut terus hidup.
Dampak bagi Masyarakat
Keberadaan ekonomi underground pada akhirnya berdampak ke dunia nyata. Data pribadi dapat dicuri, akun dapat diambil alih, perusahaan dapat mengalami ransomware, dan layanan publik dapat terganggu.
Masalahnya juga bisa bersifat finansial. Data dan akses yang dicuri dapat digunakan untuk fraud, pemerasan, pencurian identitas, dan berbagai bentuk kejahatan digital lainnya.
Cara Memutus Rantai
- Gunakan MFA dan password unik pada akun penting.
- Perbarui sistem, aplikasi, browser, dan perangkat secara rutin.
- Batasi hak akses sesuai kebutuhan.
- Pantau aktivitas login dan jaringan yang tidak biasa.
- Sediakan backup serta rencana pemulihan untuk data penting.
- Laporkan phishing dan konten berbahaya melalui kanal yang tersedia.
CISA merekomendasikan phishing-resistant MFA, pengelolaan hak akses, pemantauan sistem, pembaruan keamanan, dan kesiapan backup sebagai bagian dari pengurangan risiko ransomware serta ancaman terkait.
CISA — #StopRansomware GuideKesimpulan
Dunia underground sulit diberantas karena tidak memiliki satu titik yang harus dihancurkan. Ekosistemnya terdiri dari banyak orang, forum, layanan, infrastruktur, dan jalur keuangan yang dapat berpindah serta beradaptasi.
Model Cybercrime-as-a-Service membuat pekerjaan kriminal terbagi menjadi banyak fungsi. Access broker dapat menyediakan akses, pengembang menyediakan malware, sementara pihak lain mengurus data, infrastruktur, atau monetisasi. Struktur tersebut membuat jaringan dapat terus berjalan meskipun salah satu bagian mengalami gangguan.
Penindakan tetap dapat menghasilkan dampak besar, seperti terlihat dari penutupan forum besar dan operasi terhadap ribuan server. Namun, pendekatan yang paling kuat adalah memutus seluruh rantai: infrastruktur, akses, data, uang, dan hubungan antaraktor. Di sisi pengguna, keamanan identitas dan kewaspadaan terhadap phishing tetap menjadi pertahanan penting.
