Cryptocurrency adalah aset digital yang menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat transaksi. Blockchain dapat dipahami sebagai buku besar digital yang tersimpan pada jaringan komputer. Pada jaringan publik, riwayat transaksi dapat diperiksa, meskipun alamat wallet tidak otomatis menunjukkan identitas asli pemiliknya.
Karakter inilah yang membuat cryptocurrency sering muncul dalam investigasi cybercrime, penipuan investasi, ransomware, dan pencucian uang. Di sisi lain, sifat transparan blockchain juga memberi peluang bagi penyidik dan analis untuk mengikuti aliran dana setelah sebuah transaksi ditemukan.
Blockchain publik dapat menyimpan catatan perpindahan aset yang kemudian dianalisis.
Dana dapat berpindah melalui wallet, exchange, layanan pembayaran, dan instrumen lainnya.
Data blockchain dapat digabungkan dengan informasi dari layanan dan bukti digital lain.
Ke Mana Uang Digital Bisa Mengalir?
Setelah sebuah transaksi dilakukan, aset dapat berpindah ke alamat lain atau masuk ke layanan yang berbeda. Dalam aktivitas legal, perpindahan tersebut dapat berkaitan dengan perdagangan aset, pembayaran, investasi, atau penyimpanan. Dalam kasus kriminal, pola yang sama dapat dipakai untuk memindahkan hasil penipuan, ransomware, pencurian, atau bentuk kejahatan lain.
Karena itu, penyelidik biasanya tidak hanya melihat satu transaksi. Mereka mencoba memahami rangkaian perpindahan: alamat awal, alamat berikutnya, layanan perantara, dan titik ketika aset akhirnya berhubungan dengan identitas dunia nyata.
Cryptocurrency dan Ekonomi Underground
Dunia underground tidak berjalan sebagai satu organisasi tunggal. Ada pelaku yang melakukan penipuan, ada pencuri data, ada operator ransomware, dan ada pihak yang berfokus pada pemindahan atau penyamaran hasil kejahatan.
Europol menyebut bahwa cryptocurrency semakin sering digunakan untuk memfasilitasi cybercrime dan pencucian uang. Dalam laporan IOCTA 2026, Europol juga menyoroti penggunaan layanan aset digital dan layanan yang beroperasi lintas yurisdiksi sebagai salah satu tantangan bagi penegak hukum.
Europol — IOCTA 2026Di dalam ekosistem tersebut terdapat juga access broker, yaitu pihak yang menyediakan akses awal ke akun atau sistem yang telah dikompromikan. Akses seperti ini dapat diberikan kepada pelaku lain yang kemudian menjalankan operasi berikutnya.
Model seperti ini dikenal sebagai Crime-as-a-Service. Kemampuan kriminal dipisahkan menjadi beberapa layanan sehingga pelaku tidak harus menguasai seluruh proses sendiri.
Alur Uang Digital dalam Sebuah Kasus
Dana berasal dari aktivitas legal atau hasil kejahatan seperti fraud dan ransomware.
Aset bergerak antaralamat atau melalui layanan perantara.
Pelaku dapat mencoba mengaburkan hubungan antara dana dan sumber awalnya.
Penyelidik menghubungkan transaksi dengan bukti digital dan identitas yang tersedia.
Tahapan tersebut tidak selalu terjadi dalam urutan yang sama. Beberapa kasus dapat melibatkan banyak layanan dan jaringan sebelum dana mencapai titik yang berhubungan dengan dunia nyata.
Mixer dan Upaya Mengaburkan Jejak
Crypto mixer adalah layanan yang menggabungkan atau memindahkan aset dari berbagai sumber dengan tujuan mengurangi keterhubungan langsung antartransaksi. Layanan seperti ini menjadi perhatian penegak hukum ketika digunakan untuk menyamarkan hasil kejahatan.
Europol pada Desember 2025 mengumumkan pembongkaran jaringan penipuan dan pencucian uang cryptocurrency yang diduga telah mencuci lebih dari EUR 700 juta. Investigasi tersebut bermula dari satu platform penipuan dan kemudian berkembang menjadi gambaran jaringan yang jauh lebih luas.
Europol — Cryptocurrency Fraud Network TakedownKasus tersebut menunjukkan bahwa penyamaran aliran dana dapat menjadi sebuah bagian tersendiri dalam operasi kriminal. Pelaku utama tidak selalu menangani perpindahan uang sendiri karena layanan keuangan ilegal dapat menjadi perantara bagi kelompok lain.
Contoh Pencurian Aset Digital
Cryptocurrency juga menjadi target langsung. Pada Februari 2025, FBI mengaitkan kelompok TraderTraitor dengan pencurian sekitar US$1,5 miliar aset virtual dari bursa cryptocurrency Bybit.
FBI menjelaskan bahwa aset tersebut kemudian dipindahkan melalui banyak alamat dan beberapa jaringan blockchain. Bagi penyidik, proses pemindahan ini tetap menghasilkan data transaksi yang dapat dianalisis.
FBI IC3 — Cryptocurrency Theft from Bybit- Pola perpindahan aset.
- Hubungan antarwallet.
- Interaksi dengan exchange atau layanan lain.
- Waktu dan pola transaksi.
- Kaitan dengan perangkat, akun, dan bukti digital lainnya.
Penipuan Investasi Juga Memakai Cryptocurrency
Tidak semua kasus melibatkan malware atau peretasan. Penipuan investasi cryptocurrency memanfaatkan manipulasi psikologis agar korban percaya bahwa mereka sedang melakukan investasi yang sah.
FBI dalam Internet Crime Report 2025 menerima 181.565 pengaduan yang melibatkan cryptocurrency dengan kerugian yang dilaporkan lebih dari US$11 miliar. Investment fraud menjadi salah satu penyumbang kerugian terbesar dalam kategori tersebut.
FBI — 2025 Internet Crime ReportFBI juga menjalankan Operation Level Up untuk mengidentifikasi korban yang masih berada dalam proses menjadi korban penipuan investasi cryptocurrency. Hingga Desember 2025, FBI menyatakan telah memberi tahu 8.103 korban dan memperkirakan dapat mencegah kerugian sekitar US$511,5 juta.
FBI — Operation Level UpDari Blockchain ke Identitas Dunia Nyata
Tantangan investigasi cryptocurrency bukan semata-mata karena transaksi “tidak terlihat”. Justru pada blockchain publik, transaksi dapat terbaca. Tantangannya adalah mencari titik ketika alamat digital berhubungan dengan identitas, layanan, perangkat, atau rekening yang dapat diverifikasi.
Exchange dan penyedia layanan aset virtual dapat menjadi titik penting karena layanan tertentu menerapkan proses KYC atau Know Your Customer. KYC merupakan proses verifikasi identitas pelanggan yang digunakan untuk membantu mencegah penyalahgunaan layanan keuangan.
Ketika sebuah alamat wallet berinteraksi dengan layanan yang menyimpan informasi identitas, penyelidik dapat memiliki titik penghubung baru. Data tersebut kemudian dapat digabungkan dengan bukti lain sesuai kewenangan dan prosedur hukum.
Pihak yang Berperan dalam Ekosistem
Menghasilkan dana melalui penipuan, pencurian, ransomware, atau bentuk kejahatan lain.
Layanan legal dapat menjadi titik penting dalam proses penyimpanan, perpindahan, atau pencairan aset; layanan ilegal juga dapat muncul dalam ekosistem underground.
Menggabungkan data blockchain dengan bukti digital lain untuk memahami asal dan tujuan dana.
Risiko bagi Pengguna
Bagi pengguna biasa, risiko utama berasal dari phishing, malware, penipuan investasi, dan pencurian kredensial. Phishing adalah upaya menipu korban agar menyerahkan informasi sensitif atau melakukan transaksi tertentu.
Risiko lain adalah mengirim aset kepada pihak yang tidak dikenal. Pada blockchain tertentu, transaksi yang sudah dikonfirmasi dapat sulit dibatalkan. Karena itu, kesalahan satu kali dapat menyebabkan kerugian yang sulit dipulihkan.
Teknologi Lain yang Bisa Masuk ke Rantai Kejahatan
Cryptocurrency hanyalah satu bagian dari ekosistem digital. Serangan dapat melibatkan malware, yaitu perangkat lunak berbahaya yang mencuri data atau mengganggu sistem. Botnet adalah jaringan perangkat yang telah dikompromikan dan dapat dikendalikan secara terkoordinasi.
DDoS atau Distributed Denial of Service merupakan serangan yang berusaha membuat sebuah layanan sulit diakses dengan trafik dalam jumlah besar. Sementara webshell adalah skrip yang dapat memberikan kemampuan kendali tertentu terhadap server melalui antarmuka web.
Bahkan SEO, aged domain, dan expired domain yang semuanya mempunyai penggunaan legal dapat disalahgunakan dalam kampanye penipuan atau distribusi konten berbahaya. Hal ini menunjukkan bahwa cryptocurrency biasanya bukan satu-satunya teknologi yang terlibat dalam sebuah operasi kriminal.
Bagaimana Mengurangi Risiko?
- Aktifkan autentikasi multifaktor pada akun penting.
- Jangan membagikan password, seed phrase, private key, atau kode autentikasi.
- Periksa identitas dan reputasi layanan sebelum melakukan transaksi.
- Waspadai investasi yang menjanjikan keuntungan cepat dan pasti.
- Jangan mengikuti arahan transfer dari orang yang menghubungi secara tiba-tiba.
- Simpan bukti komunikasi dan transaksi jika menjadi korban penipuan.
Bagi organisasi, perlindungan membutuhkan pemantauan identitas, pembatasan akses, logging, deteksi fraud, dan kesiapan respons insiden. Kerja sama dengan penyedia layanan serta penegak hukum juga penting ketika transaksi mencurigakan perlu ditelusuri.
Kesimpulan
Uang digital tidak benar-benar menghilang setelah berpindah. Pada blockchain publik, transaksi dapat meninggalkan catatan yang menjadi bahan analisis bagi penyelidik. Yang sulit adalah menghubungkan alamat digital tersebut dengan identitas dan aktivitas di dunia nyata.
Dalam cybercrime, cryptocurrency dapat muncul dalam berbagai tahap, mulai dari menerima hasil penipuan atau ransomware hingga memindahkan aset melalui berbagai layanan. Karena itu, dunia underground membentuk ekosistem yang melibatkan pelaku utama, penyedia akses, perantara, dan pihak yang menangani hasil kejahatan.
Namun cryptocurrency bukanlah sinonim dari kejahatan. Teknologi blockchain digunakan dalam banyak aktivitas legal. Tantangan utamanya adalah memastikan sistem keuangan digital tetap aman, meningkatkan literasi pengguna, memperkuat deteksi fraud, dan memanfaatkan jejak transaksi untuk mengungkap penyalahgunaan.
