“Satu Internet, Dua Dunia: Mengenal Sisi Underground”

Internet yang kita gunakan sehari-hari ternyata memiliki sisi lain yang jauh lebih tersembunyi. Di balik website, media sosial, layanan cloud, dan aplikasi yang terlihat normal, terdapat ekosistem underground yang dimanfaatkan untuk berbagi informasi, memperjualbelikan data, menawarkan akses, dan menjalankan berbagai aktivitas kriminal digital.

Istilah underground dalam keamanan siber biasanya digunakan untuk menggambarkan lingkungan digital tersembunyi yang menjadi tempat pelaku kejahatan siber berinteraksi. Tidak semua bagian internet yang tidak terlihat oleh mesin pencari merupakan tempat kriminal. Deep web, misalnya, mencakup banyak layanan biasa seperti database, email, dan halaman yang membutuhkan login.

Dark web hanyalah sebagian kecil dari deep web. FBI menjelaskan bahwa dark web merupakan jaringan yang membutuhkan perangkat lunak atau konfigurasi tertentu dan sering digunakan untuk menjaga identitas pengguna tetap tersembunyi. Karakter tersebut memiliki penggunaan yang sah, tetapi juga menarik perhatian kelompok kriminal.

FBI — A Primer on DarkNet Marketplaces
🌐
Bukan Internet yang Berbeda

Underground tetap memanfaatkan infrastruktur internet yang sama, tetapi dengan akses dan tujuan yang berbeda.

💾
Data Menjadi Komoditas

Data curian dan akses ke sistem dapat memiliki nilai ekonomi dalam ekosistem kriminal.

🔄
Terus Berubah

Forum, pelaku, dan infrastruktur dapat berpindah ketika satu bagian mendapatkan tindakan.

Dua Dunia dalam Satu Internet

Dunia yang terlihat oleh masyarakat sehari-hari disebut surface web. Isinya meliputi berita, toko online, media sosial, layanan pemerintahan, dan berbagai website umum. Di baliknya terdapat bagian internet yang tidak selalu muncul dalam hasil pencarian.

Underground memanfaatkan ruang digital tersebut dengan cara yang berbeda. Pelaku dapat menggunakan forum tertutup, layanan komunikasi privat, marketplace kriminal, atau infrastruktur yang dirancang untuk menyulitkan identifikasi.

Yang membuatnya menarik bagi peneliti keamanan adalah adanya pola ekonomi. Barang digital memiliki harga, reputasi penjual dapat menjadi pertimbangan, dan kemampuan tertentu dapat dikemas menjadi layanan.

Microsoft menggambarkan kondisi ini sebagai ekonomi cybercrime yang semakin terspesialisasi. Access broker, operator ransomware, kelompok pemerasan data, dan penyedia layanan lain dapat menjalankan fungsi yang berbeda tetapi tetap saling berhubungan.

Microsoft — Digital Defense Report 2025

Data dan Akses Menjadi Barang Dagangan

Salah satu komoditas utama di dunia underground adalah data. Data yang dicuri dapat digunakan untuk penipuan, pengambilalihan akun, pencurian identitas, atau serangan lanjutan. Europol menyebut data curian sebagai komoditas bernilai yang menjadi bahan bakar berbagai bentuk cybercrime.

Access broker adalah pihak yang menyediakan akses awal ke organisasi, akun, atau sistem yang telah dikompromikan. Mereka memiliki posisi penting karena pelaku lain dapat memanfaatkan akses tersebut tanpa harus membangun seluruh proses dari awal.

Dalam laporan 2025, Microsoft menyebut access broker sebagai salah satu “gatekeeper” dalam ekonomi cybercrime. Akses yang mereka jual dapat dilengkapi informasi mengenai lingkungan target sehingga serangan berikutnya menjadi lebih mudah dilanjutkan.

Microsoft — Access Brokers and the Cybercrime Economy

Malware Juga Menjadi Layanan

Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dapat digunakan untuk mencuri data, mengganggu sistem, atau melakukan tindakan tanpa izin. Dalam ekonomi underground, malware dapat dibuat dan dikelola oleh satu pihak lalu digunakan oleh pihak lain.

Model tersebut dikenal sebagai Malware-as-a-Service. Konsepnya mirip bisnis layanan digital, tetapi digunakan untuk tujuan kriminal. Penyedia mengurus bagian teknis tertentu sementara pelanggan menggunakan kemampuan tersebut dalam operasi mereka.

Microsoft melaporkan Lumma Stealer sebagai salah satu infostealer yang paling banyak diamati dalam periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Malware tersebut digunakan untuk mencuri informasi dari browser dan aplikasi, termasuk data yang berkaitan dengan dompet cryptocurrency.

Microsoft — Lumma Stealer and Malware-as-a-Service

Alur Ekosistem Underground

1. Akuisisi

Data atau akses diperoleh dari sistem, akun, atau perangkat yang telah dikompromikan.

2. Perdagangan

Komoditas digital ditawarkan melalui jaringan kriminal atau marketplace tertutup.

3. Pemanfaatan

Pembeli menggunakan akses atau data untuk operasi kriminal lanjutan.

4. Monetisasi

Keuntungan diperoleh melalui penipuan, pemerasan, pencurian, atau bentuk kejahatan lain.

Pola tersebut memperlihatkan bahwa cybercrime modern memiliki rantai pasok. Satu pelaku tidak harus melakukan seluruh kejahatan sendiri. Setiap fungsi dapat ditangani pihak berbeda sesuai kemampuan dan kepentingannya.

Forum Underground Tidak Selalu Sederhana

Forum kriminal dapat memiliki sistem reputasi, aturan internal, moderator, dan mekanisme untuk membangun kepercayaan antaranggota. Tujuannya adalah mengurangi risiko penipuan di antara pelaku sendiri dan membuat aktivitas perdagangan lebih teratur.

Pada Januari 2025, operasi internasional yang didukung Europol berhasil menutup forum Cracked dan Nulled. Kedua platform tersebut memiliki lebih dari 10 juta pengguna secara gabungan dan menjadi tempat pertukaran data curian, malware, hacking tools, serta layanan cybercrime-as-a-service.

Europol — Cracked and Nulled Takedown

Kasus tersebut penting karena menunjukkan bahwa underground dapat memiliki skala yang sangat besar. Forum bukan sekadar tempat berbicara, tetapi dapat berfungsi sebagai pusat transaksi dan jaringan kerja bagi banyak pelaku.

Kenapa Sulit Diberantas?

Salah satu alasannya adalah sifat jaringan yang terdesentralisasi. Pelaku, server, akun, dan layanan dapat tersebar di berbagai negara. Jika sebuah forum atau server dihentikan, pihak yang masih aktif dapat mencoba membangun kembali jaringan dengan infrastruktur yang berbeda.

Europol mencatat bahwa operasi penegakan hukum berulang terhadap forum dan marketplace justru membuat umur beberapa situs kriminal semakin pendek. Namun, kondisi tersebut juga memicu fragmentasi, yaitu munculnya kelompok dan platform baru yang lebih kecil.

Europol — IOCTA 2024

Tantangan lain adalah perbedaan hukum antarnegara. Ketika data atau server berada di yurisdiksi berbeda, penyidik perlu bekerja melalui prosedur resmi dan kerja sama internasional untuk memperoleh bukti.

Teknologi Lama dan Baru Bisa Bertemu

Dunia underground tidak hanya menggunakan teknologi baru. Teknik lama masih tetap digunakan dan digabungkan dengan teknologi modern. Phishing, misalnya, merupakan penipuan yang menyamar sebagai pihak tepercaya untuk memperoleh informasi atau memengaruhi tindakan korban.

SEO atau Search Engine Optimization adalah teknik legal untuk meningkatkan visibilitas website. Namun, SEO dapat disalahgunakan untuk membuat halaman berbahaya atau penipuan lebih mudah ditemukan.

Aged domain adalah domain yang telah berumur, sementara expired domain adalah domain yang tidak diperpanjang. Keduanya memiliki penggunaan legal, tetapi dapat disalahgunakan sebagai bagian dari infrastruktur digital palsu atau kampanye berbahaya.

Botnet adalah jaringan perangkat yang telah terinfeksi dan dapat dikendalikan secara terkoordinasi. Botnet dapat digunakan dalam spam dan berbagai serangan, termasuk DDoS atau Distributed Denial of Service yang berusaha mengganggu ketersediaan layanan.

Cryptocurrency dalam Ekonomi Underground

Cryptocurrency juga dapat menjadi bagian dari ekonomi underground karena transaksi digital dapat berlangsung lintas batas. Penting untuk dicatat bahwa cryptocurrency sendiri merupakan teknologi dan aset yang memiliki banyak penggunaan legal.

Dalam kasus kriminal, aset digital dapat muncul sebagai sarana pembayaran atau sebagai aset yang dicuri. FBI, misalnya, menyebut bahwa pada 2025 kelompok TraderTraitor bertanggung jawab atas pencurian sekitar US$1,5 miliar aset virtual dari Bybit.

FBI — Bybit Cryptocurrency Theft

Blockchain publik juga memberikan sisi lain. Karena transaksi dapat tercatat, penyidik dan perusahaan analitik dapat mempelajari pola perpindahan aset. Jadi, cryptocurrency bukan berarti uang yang otomatis tidak memiliki jejak.

Dampak ke Dunia Nyata

Aktivitas underground pada akhirnya tidak berhenti di ruang digital. Data curian dapat digunakan untuk mengambil alih akun. Akses yang dijual dapat membuka jalan menuju perusahaan. Malware dapat menyebabkan gangguan operasional, sementara ransomware dapat memaksa korban menghadapi biaya pemulihan yang besar.

Microsoft mencatat bahwa data collection muncul dalam hampir 80 persen keterlibatan Incident Response mereka selama periode laporan. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk pemerasan, penjualan kembali, dan kompromi lanjutan.

Microsoft — Cybercrime and Data Economy
⚠️ Dunia underground bukan sekadar ruang internet tersembunyi. Aktivitas di dalamnya dapat berdampak langsung terhadap identitas, uang, data, perusahaan, dan layanan yang digunakan masyarakat setiap hari.

Bagaimana Mengurangi Risiko?

  • Gunakan password unik dan autentikasi multifaktor.
  • Waspadai email, pesan, dan halaman login yang mencurigakan.
  • Perbarui sistem operasi, browser, aplikasi, dan perangkat.
  • Batasi hak akses pada akun dan sistem penting.
  • Pantau aktivitas login dan transaksi yang tidak biasa.
  • Siapkan backup untuk data yang penting.
  • Laporkan insiden dan konten berbahaya melalui kanal resmi.

Bagi organisasi, pertahanan juga perlu mencakup logging, monitoring, perlindungan identitas, pengelolaan data, dan rencana respons insiden. Tujuannya adalah mengurangi peluang sebuah kompromi kecil berkembang menjadi serangan besar.

CISA — Ransomware Guide

Kesimpulan

Satu internet memang dapat memiliki dua dunia dengan karakter yang sangat berbeda. Di satu sisi terdapat layanan digital yang digunakan masyarakat untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, dan berbisnis. Di sisi lain terdapat underground yang memanfaatkan teknologi dan infrastruktur serupa untuk menjalankan aktivitas kriminal.

Dunia underground dapat berkembang karena adanya permintaan terhadap data, akses, malware, dan layanan kriminal. Pembagian kerja melalui Cybercrime-as-a-Service membuat ekosistem tersebut semakin terspesialisasi. Access broker, operator malware, penjual data, dan kelompok lain dapat menjalankan fungsi berbeda dalam satu rantai.

Namun, underground bukan dunia tanpa bukti. Server, akun, perangkat, komunikasi, transaksi, dan infrastruktur dapat meninggalkan jejak. Penegak hukum dan peneliti keamanan menggunakan jejak tersebut untuk membongkar jaringan, sementara pengguna dapat membantu dengan memperkuat keamanan akun dan meningkatkan kewaspadaan digital.

Berita Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *