Teknologi pada dasarnya dibuat untuk membantu manusia berkomunikasi, bekerja, menyimpan informasi, dan menjalankan bisnis. Namun, teknologi yang sama juga dapat disalahgunakan. Ketika akses internet semakin luas dan layanan digital semakin terhubung, peluang untuk melakukan kejahatan dari jarak jauh ikut berkembang.
Microsoft dalam Digital Defense Report 2025 menggambarkan cybercrime sebagai ekonomi yang semakin terspesialisasi. Di dalamnya terdapat access broker, operator ransomware, kelompok pencurian data, dan penyedia layanan lain yang saling bergantung. Artinya, sebuah serangan modern dapat melibatkan banyak pihak tanpa semuanya mengetahui keseluruhan operasi.
Microsoft β Digital Defense Report 2025Akses ke akun dan jaringan yang sudah dikompromikan dapat mempunyai nilai bagi pelaku lain.
Perangkat berbahaya dan infrastruktur pendukung dapat disediakan dalam bentuk layanan.
Pelaku, server, korban, dan aliran uang dapat tersebar di berbagai negara.
Dari Hacker Tunggal Menjadi Industri
Gambaran seorang hacker yang bekerja sendirian masih ada, tetapi bukan lagi satu-satunya model. Dalam cybercrime modern, kemampuan tertentu dapat dipisahkan menjadi fungsi yang berbeda. Satu pihak dapat berfokus pada mendapatkan akses, pihak lain mengelola malware, sementara pihak lain menangani data atau keuntungan finansial.
Model seperti ini dikenal sebagai Cybercrime-as-a-Service atau CaaS. Sederhananya, kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan kejahatan digital dapat disediakan oleh pihak lain sebagai sebuah layanan. Europol menyebut model ini sebagai salah satu faktor yang membuat ekosistem cybercrime semakin terorganisir dan mudah berkembang.
Europol β Internet Organised Crime Threat AssessmentDengan pembagian seperti itu, seseorang tidak selalu membutuhkan keahlian teknis lengkap. Hambatan masuk menjadi lebih rendah karena beberapa bagian dapat diperoleh dari ekosistem kriminal yang sudah tersedia. Inilah yang membuat cybercrime lebih menyerupai rantai pasok dibanding sekadar satu tindakan peretasan.
Teknologi yang Mendorong Perkembangan Cybercrime
Internet merupakan fondasi utama karena memungkinkan komunikasi dan operasi dilakukan tanpa batas geografis. Cloud kemudian menyediakan sumber daya komputasi dan penyimpanan yang bisa digunakan secara fleksibel. Otomatisasi membuat sebagian pekerjaan dapat dilakukan dalam jumlah besar, sedangkan AI mulai membantu analisis dan pembuatan konten.
Infrastruktur tersebut sebenarnya memiliki penggunaan yang sepenuhnya legal. Cloud digunakan perusahaan untuk menjalankan aplikasi, bot digunakan untuk otomatisasi layanan, dan AI digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Masalah muncul ketika sumber daya tersebut dipakai untuk tujuan kriminal.
Microsoft melaporkan bahwa pelaku ancaman semakin memanfaatkan AI untuk memperluas phishing dan mengotomatisasi bagian tertentu dari operasi mereka. Perkembangan ini mempercepat kemampuan penyerang sekaligus memaksa tim keamanan meningkatkan kemampuan deteksi dan respons.
Microsoft Security β Digital Defense Report 2025Barang dan Layanan yang Diperdagangkan
Salah satu komoditas penting dalam ekonomi cybercrime adalah akses awal. Akses tersebut dapat berupa kredensial atau foothold menuju lingkungan organisasi yang telah dikompromikan. Access broker adalah pihak yang secara khusus memperoleh atau menjual akses semacam itu kepada pelaku lain.
Microsoft mencatat bahwa access broker memiliki posisi penting dalam rantai kejahatan karena memungkinkan kelompok lain langsung menggunakan akses yang sudah tersedia. Data dari Intel 471 yang dikutip Microsoft mengidentifikasi 368 access broker dalam satu periode, dengan aktivitas yang berdampak pada 68 industri di 131 negara.
Microsoft β Access Broker ActivityKomoditas lainnya adalah data curian. Infostealer adalah malware yang dirancang untuk mencuri informasi seperti kredensial, token, cookie, atau data tertentu dari perangkat korban. Data yang diperoleh dapat digunakan kembali untuk mengambil alih akun atau memberikan akses kepada pelaku berikutnya.
Ransomware juga telah berkembang menjadi model layanan. Ransomware-as-a-Service atau RaaS memungkinkan operator inti menyediakan ransomware dan infrastruktur, sementara pihak lain menjalankan operasi. CISA menjelaskan bahwa LockBit menggunakan model afiliasi semacam ini.
CISA β Understanding Ransomware Threat Actors: LockBitSelain akses dan malware, pasar underground juga dapat menawarkan data curian, layanan penipuan, botnet, dan berbagai dukungan teknis. Tujuannya sama: membuat pelaku lain dapat menjalankan bagian tertentu dari operasi tanpa harus membuat semua sumber daya sendiri.
Cara Kerja Pasar Underground
Data, akses, malware, atau layanan diperoleh dan disiapkan untuk digunakan.
Komoditas kriminal ditawarkan kepada pihak lain melalui ekosistem underground.
Pembeli menggunakan akses atau layanan tersebut dalam operasi kriminal.
Keuntungan diperoleh melalui penipuan, pemerasan, pencurian data, atau aktivitas lain.
Pasar seperti ini mempunyai karakteristik yang mirip dengan pasar biasa dalam hal spesialisasi. Penjual membangun reputasi, pembeli mencari produk tertentu, dan penyedia layanan menawarkan kemampuan yang dianggap memiliki nilai. Perbedaannya adalah komoditas tersebut berkaitan dengan aktivitas ilegal.
Pada Januari 2025, operasi internasional yang didukung Europol menutup forum cybercrime Cracked dan Nulled. Kedua platform tersebut memiliki lebih dari 10 juta pengguna jika digabung dan berfungsi sebagai forum sekaligus marketplace untuk data curian, malware, hacking tools, dan layanan cybercrime-as-a-service.
Europol β Cybercrime Forums Takedown, 2025Kenapa Operasinya Bisa Bersifat Global?
Salah satu kekuatan utama internet bagi pelaku adalah kemampuannya menghubungkan orang dan sistem dari berbagai negara. Sebuah kelompok dapat menggunakan infrastruktur di satu negara, mengincar korban di negara lain, dan memanfaatkan layanan pembayaran yang berada di wilayah berbeda.
Kondisi tersebut membuat penegakan hukum membutuhkan koordinasi lintas negara. INTERPOL menunjukkan pentingnya pertukaran informasi dan kerja sama internasional dalam menangani cybercrime karena bukti digital dan pelaku sering berada di lebih dari satu yurisdiksi.
INTERPOL β CybercrimeInfrastruktur global juga membuat satu operasi tidak selalu berhenti ketika sebuah server atau website ditutup. Pelaku dapat mencoba memindahkan aktivitas ke infrastruktur lain, sementara kelompok baru dapat mengambil alih pasar atau layanan yang sebelumnya tersedia.
Istilah Teknologi yang Sering Muncul
Webshell adalah skrip yang dapat memberikan kemampuan kendali tertentu terhadap server melalui antarmuka web. Dalam investigasi, keberadaannya dapat menjadi indikator bahwa server telah dikompromikan.
Botnet adalah kumpulan perangkat yang telah terinfeksi malware dan dikendalikan secara terkoordinasi. Botnet dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, termasuk spam, pencurian informasi, dan DDoS.
DDoS atau Distributed Denial of Service adalah serangan yang berusaha membuat server, aplikasi, atau jaringan sulit diakses dengan membanjiri layanan menggunakan trafik berbahaya. Cloudflare menjelaskan bahwa botnet merupakan salah satu sumber umum trafik berbahaya dalam serangan DDoS.
Cloudflare β What is a DDoS Botnet?Istilah seperti aged domain dan expired domain juga dapat muncul dalam investigasi infrastruktur digital. Aged domain adalah domain yang telah berumur, sedangkan expired domain adalah domain yang masa registrasinya tidak diperpanjang. Keduanya memiliki penggunaan legal, tetapi dapat disalahgunakan untuk membuat infrastruktur digital palsu atau mendukung kampanye berbahaya.
Begitu juga dengan SEO, atau Search Engine Optimization. SEO sendiri merupakan praktik legal untuk meningkatkan visibilitas sebuah website. Masalah terjadi ketika teknik optimasi disalahgunakan agar halaman berbahaya, palsu, atau menipu lebih mudah ditemukan oleh pengguna.
Contoh Nyata: Ekosistem Lumma Stealer
Salah satu contoh bagaimana teknologi membentuk rantai cybercrime adalah Lumma Stealer. Microsoft menyebut Lumma sebagai infostealer yang beroperasi dengan model malware-as-a-service. Malware tersebut dirancang untuk mengambil informasi dari browser dan aplikasi, termasuk data yang dapat digunakan untuk mengakses layanan digital.
Menurut Microsoft, data yang diperoleh Lumma kemudian dapat dijual kepada access broker melalui forum dark web dan kanal lainnya. Data tersebut pada tahap berikutnya dapat digunakan oleh kelompok lain, misalnya untuk memperoleh akses menuju jaringan organisasi.
Microsoft β Lumma Stealer and the Cybercrime EconomyPada pertengahan 2025, Microsoft Digital Crimes Unit bersama Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Europol, dan Japan Cybercrime Control Center melakukan operasi terhadap infrastruktur Lumma. Microsoft melaporkan lebih dari 2.300 domain berbahaya berhasil disita atau diblokir.
Microsoft Digital Crimes Unit β Lumma DisruptionRisiko bagi Perusahaan dan Pengguna
Industrialisasi cybercrime meningkatkan skala dampak. Perusahaan dapat menghadapi pencurian data, ransomware, gangguan layanan, pengambilalihan akun, dan biaya pemulihan. Individu juga dapat menjadi korban phishing, pencurian identitas, atau pengambilalihan akun pribadi.
Microsoft mencatat bahwa sebagian besar serangan yang mereka amati memiliki motivasi finansial. Extortion, ransomware, dan data theft menjadi beberapa motivasi utama, menunjukkan bahwa keuntungan ekonomi merupakan salah satu mesin utama ekosistem cybercrime.
Microsoft β Cybercrime MotivationsCara Mengurangi Risiko
- Gunakan autentikasi multifaktor pada akun penting.
- Gunakan password unik dan hindari penggunaan ulang password.
- Perbarui sistem operasi, aplikasi, browser, dan perangkat.
- Pantau aktivitas login, server, cloud, dan jaringan.
- Lindungi API key, token, kredensial, serta data sensitif.
- Siapkan backup dan rencana pemulihan ketika terjadi insiden.
- Latih pengguna agar lebih waspada terhadap phishing dan social engineering.
CISA menekankan pentingnya penguatan autentikasi, pembaruan sistem, perlindungan akses, serta kesiapan pemulihan untuk mengurangi dampak serangan ransomware dan ancaman lainnya. Tujuan keamanan bukan hanya mencegah serangan, tetapi juga membuat organisasi mampu mendeteksi, merespons, dan pulih ketika serangan terjadi.
CISA β StopRansomware GuideKesimpulan
Teknologi telah mengubah cybercrime menjadi industri global yang semakin terorganisir. Internet menyediakan jangkauan, cloud menyediakan infrastruktur, malware menyediakan kemampuan teknis, dan otomatisasi membantu memperbesar skala operasi.
Di dalam ekosistem tersebut, access broker, pengembang malware, operator ransomware, pencuri data, dan penyedia layanan lain menjalankan fungsi yang berbeda. Model Cybercrime-as-a-Service membuat kemampuan kriminal dapat dipisahkan menjadi berbagai layanan dan kemudian digunakan oleh pihak lain.
Perkembangan AI kemungkinan akan terus mempercepat perubahan tersebut. Namun, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk memperkuat pertahanan. Karena itu, tantangan utama bukan hanya menghentikan satu jenis serangan, melainkan memahami seluruh rantai yang membuat cybercrime dapat berjalan dan kemudian memutus bagian-bagian penting dari rantai tersebut.
